Indikator Asam Basa
Indikator asam basa adalah alat atau bahan (larutan) yang dapat memperkirakan atau menentukan pH dari suatu zat (larutan)
Atau
Indikator asam basa adalah senyawa khusus yang ditambahkan pada larutan, dengan tujuan mengetahui kisaran pH dalam larutan tersebut.
Indikator asam basa biasanya adalah asam atau basa organik lemah.
Senyawa indikator akan membentuk reaksi kesetimbangan sehingga memiliki warna yang berbeda saat kesetimbangan bergeser kekanan atau kekiri
Sebagai contoh Indikator fenolftalein (indicator pp) berwarnamerah pink jika berada dalam suasana basa dan tak berwarna saat berada dalam suasana asam.
Indikator pH alam[sunting | sunting sumber]
Struktur umum senyawaan antosianin
Banyak tumbuhan yang mengandung zat kimia yang berasal dari senyawa famili antosianin yang berwarna secara alami. Mereka berwarna merah dalam larutan asam dan biru dalam larutan basa. Antosianin dapat diekstrak dengan air atau pelarut lain dari banyak tumbuhan berwarna atau bagian tumbuhan, termasuk dari daun (kubis merah); bunga (geranium, poppy, atau kelopak mawar); beri (blueberry, blackcurrant); dan batang (rhubarb). Ekstraksi antosianin dari tanaman rumah tangga, terutama kubis merah, untuk membentuk indikator pH mentah adalah pengantar kimia demonstrasi yang populer.[5]
Lakmus, yang digunakan oleh alkemis pada Abad Pertengahan dan banyak tersedia, adalah indikator pH yang dibuat secara alami dari spesi lumut, terutama Roccella tinctoria. Perubahan warna terjadi apabila di larutan asam akan berwarna merah dan biru dalam larutan alkali.
Bunga Hydrangea macrophylla dapat berubah warna bergantung pada keasaman tanah. Pada tanah yang asam, reaksi kimia terjadi di tanah yang membuat aluminium tersedia untuk tanaman ini, mengubah bunga berwarna biru. Di tanah alkali, reaksi ini tidak dapat terjadi dan karena aluminium tidak diambil oleh tanaman. Akibatnya, bunga tetap berwarna merah muda.[5]
https://id.wikipedia.org/wiki/Indikator_asam-basa#Indikator_pH_alam
iru
Hortensia (Hydrangea) adalah nama genus dari 70-75 spesies tumbuhan berbunga yang berasal dari Asia Timur dan Asia Selatan (Jepang, Tiongkok, Himalaya, Indonesia), Amerika Utara dan Amerika Selatan. Sebagian besar spesies berasal dari Jepang dan Tiongkok. Tanaman semak dengan tinggi 1 sampai 3 meter, tetapi ada juga yang merambat di tanaman lain hingga mencapai ketinggian 30 meter. Daun berbentuk bulat telur, tepi beringgit, warna hijau muda berkilau. Selain dari spesies yang tumbuh di daerah beriklim sejuk yang memiliki sifat menggugurkan daun (tumbuhan peluruh), sebagian besar spesies merupakan tumbuhan hijau abadi.
Hortensia juga dikenal dengan nama kembang bokor, sedangkan dalam bahasa Melayu dikenal dengan nama bunga tiga bulan. di sulawesi selatan dikenal dengan nama bunga masamba
Perbungaan majemuk, berbentuk malai, keluar dari ujung tangkai, membentuk rangkaian membulat seperti sanggul, di daerah beriklim sejuk mekar di awal musim semi hingga akhir musim gugur. Pada sebagian spesies, malai terdiri dari 2 jenis bunga, kelompok bunga yang fertil di tengah malai dan bunga-bunga steril yang berukuran lebih besar terangkai membentuk lingkaran. Ada juga spesies yang memiliki bunga yang semuanya fertil dan bentuknya sama.
Pada tanaman ini yang terlihat seperti daun mahkota sebenarnya adalah daun kelopak.
Bunga berwarna putih pada sebagian besar spesies, tetapi beberapa spesies terutama H. macrophylla mempunyai bunga yang bisa berwarna biru, merah, merah jambu, atau ungu bergantung pada tingkat pH tanah. Sewaktu masih kuncup, bunga berwarna hijau, berubah menjadi putih, sewaktu mekar berwarna biru muda atau merah jambu yang secara bertahap berubah menjadi warna-warna yang lebih tua tua (biru tua atau merah) sebelum bunga rontok. Tanah yang bersifat asam menghasilkan bunga berwarna biru, tanah dengan pH normal menghasilkan bunga berwarna putih krem, dan tanah yang bersifat basa menghasilkan bunga berwarna merah jambu atau ungu. Hortensia merupakan salah satu dari tanaman yang pada daun bunga mengumpulkan unsur aluminium yang dilepaskan tanah yang bersifat asam sehingga bunga menjadi berwarna biru.
https://id.wikipedia.org/wiki/Hortensia
Indikator asam–basa
Indikator asam-basa (disebut juga Indikator pH) adalah senyawa halokromik yang ditambahkan dalam jumlah kecil ke dalam sampel, umumnya adalah larutan yang akan memberikan warna sesuai dengan kondisi pH larutan tersebut. Pada temperatur 25° Celsius, nilai pH untuk larutan netral adalah 7,0. Di bawah nilai tersebut larutan dikatakan asam, dan di atas nilai tersebut larutan dikatakan basa. Kebanyakan senyawa organik yang dihasilkan makhluk hidup mudah melepaskan proton (bersifat sebagai asam Lewis), umumnya asam karboksilat dan amina, sehingga indikator asam-basa banyak digunakan dalam bidang biologi dan kimia analitik. Mekanisme perubahan warna oleh indikator adalah reaksi asam-basa, pembentukan kompleks, dan reaksi redoks.[1][2]
Aplikasi
| Asam dan Basa |
|---|
| Tipe Asam |
| Tipe Basa |

Indikator pH secara umum digunakan dalam teknik titrasi kimia analitik dan biologi untuk menentukan reaksi kimia.[3] Karena pilihan subyektif (penentuan) warna, indikator pH tidak memberi hasil pembacaan yang presisi. Untuk mengukur pH secara presisi, suatu pH meter biasanya digunakan. Terkadang, pencampuran beberapa indikator berbeda digunakan untuk menghasilkan perubahan warna pada rentang nilai pH yang lebar. Indikator komersial tersebut (misalnya indikator universal) digunakan hanya ketika membutuhkan pengetahuan kasar mengenai pH.
Tabel berikut ini berisi beberapa indikator pH yang umum digunakan di laboratorium. Indikator biasanya memberi perubahan warna pada nilai pH yang tertulis pada nilai transisi. Contohnya, fenol merah menghasilkan warna jingga antara pH 6.8 dan pH 8.4. Rentang transisi mungkin berbeda sedikit bergantung pada konsentrasi indikator dalam larutan dan pada suhu di mana indikator tersebut digunakan. Gambar di sebelah kanan menunjukkan rentang dan perubahan warna yang terjadi pada indikator tersebut.[4]

| Indikator | Warna pada pH batas bawah | Batas transisi bawah | Batas transisi atas | Warna pada pH batas atas |
|---|---|---|---|---|
| Gentian violet (Metil ungu 10B) | kuning | 0.0 | 2.0 | biru-violet |
| Malasit hijau (transisi pertama) | kuning | 0.0 | 2.0 | hijau |
| Malasit hijau (transisi kedua) | hijau | 11.6 | 14.0 | tak berwarna |
| Timol biru (transisi pertama) | merah | 1.2 | 2.8 | kuning |
| Timol biru (transisi kedua) | kuning | 8.0 | 9.6 | biru |
| Metil kuning | merah | 2.9 | 4.0 | kuning |
| Bromofenol biru | kuning | 3.0 | 4.6 | biru |
| Merah kongo | biru-violet | 3.0 | 5.0 | merah |
| Metil jingga | merah | 3.1 | 4.4 | kuning |
| Bromokresol hijau | kuning | 3.8 | 5.4 | biru |
| Metil merah | merah | 4.4 | 6.2 | kuning |
| Metil ungu | ungu | 4.8 | 5.4 | hijau |
| Azolitmin | merah | 4.5 | 8.3 | biru |
| Bromokresol ungu | kuning | 5.2 | 6.8 | ungu |
| Bromotimol biru | kuning | 6.0 | 7.6 | biru |
| Fenol merah | kuning | 6.4 | 8.0 | merah |
| Merah netral | merah | 6.8 | 8.0 | kuning |
| Naftolftalein | merah pucah | 7.3 | 8.7 | biru kehijauan |
| Kresol merah | kuning | 7.2 | 8.8 | ungu-kemerahan |
| Kresolftalein | tidak berwarna | 8.2 | 9.8 | ungu |
| Fenolftalein | tidak berwarna | 8.3 | 10.0 | ungu-merah muda |
| Timolftalein | tidak berwarna | 9.3 | 10.5 | biru |
| Alizarin kuning R | kuning | 10.2 | 12.0 | merah |
| Indigo carmine | biru | 11.4 | 13.0 | kuning |
Indikator pH alam

Banyak tumbuhan yang mengandung zat kimia yang berasal dari senyawa famili antosianin yang berwarna secara alami. Mereka berwarna merah dalam larutan asam dan biru dalam larutan basa. Antosianin dapat diekstrak dengan air atau pelarut lain dari banyak tumbuhan berwarna atau bagian tumbuhan, termasuk dari daun (kubis merah); bunga (geranium, poppy, atau kelopak mawar); beri (blueberry, blackcurrant); dan batang (rhubarb). Ekstraksi antosianin dari tanaman rumah tangga, terutama kubis merah, untuk membentuk indikator pH mentah adalah pengantar kimia demonstrasi yang populer.[5]
Lakmus, yang digunakan oleh alkemis pada Abad Pertengahan dan banyak tersedia, adalah indikator pH yang dibuat secara alami dari spesi lumut, terutama Roccella tinctoria. Perubahan warna terjadi apabila di larutan asam akan berwarna merah dan biru dalam larutan alkali.
Bunga Hydrangea macrophylla dapat berubah warna bergantung pada keasaman tanah. Pada tanah yang asam, reaksi kimia terjadi di tanah yang membuat aluminium tersedia untuk tanaman ini, mengubah bunga berwarna biru. Di tanah alkali, reaksi ini tidak dapat terjadi dan karena aluminium tidak diambil oleh tanaman. Akibatnya, bunga tetap berwarna merah muda.[5]
| Indikator | Warna pH batas bawah | Warna pH batas bawah |
|---|---|---|
| Bunga Hortensia | biru | merah muda ke ungu |
| Antosianin | merah | biru |
| Lakmus | merah | biru |
- H. macrophylla di tanah yang asam
- H. macrophylla di tanah yang alkali
- Gradien indikator pH ekstrak kubis merah pada larutan asam di sebelah kiri hingga basa di sebelah kanan
- Kembang kol ungu direndam dalam soda kue (kiri) dan cuka (kanan). Antosianin bertindak sebagai indikator pH.
Membuat indikator pH alami dari kubis merah adalah proyek sains yang seru dan praktis!
Kubis merah mengandung zat warna antosianin yang sangat sensitif terhadap perubahan tingkat keasaman.
Berikut adalah langkah-langkah detail untuk membuat stik indikator tersebut:
Alat dan Bahan
Bahan Utama: Kubis merah (secukupnya).
Cairan: Air panas atau air mendidih.
Kertas: Kertas saring atau kertas gambar (cardstock) yang menyerap air.
Peralatan: Pisau, wadah/mangkuk, saringan, dan gunting.
Langkah-Langkah Pembuatan
Ekstraksi Indikator:
Potong-potong kubis merah menjadi bagian kecil. Masukkan ke dalam mangkuk dan tuangkan air mendidih secukupnya hingga kubis terendam. Diamkan selama 10–15 menit sampai air berubah menjadi warna ungu pekat.
Penyaringan:
Saring air kubis tersebut ke dalam wadah datar (seperti nampan kecil) untuk memisahkan ampas kubis dengan cairannya.
Perendaman Kertas:
Masukkan lembaran kertas saring atau kertas gambar ke dalam cairan ungu tersebut. Pastikan seluruh permukaan kertas terendam sempurna selama sekitar 5 menit agar pigmen antosianin menyerap kuat ke pori-pori kertas.
Pengeringan:
Angkat kertas secara perlahan dan letakkan di atas permukaan bersih atau gantung hingga benar-benar kering. Hindari menjemur di bawah sinar matahari langsung agar warnanya tidak pudar.
Pemotongan (Stik):
Setelah kering, kertas akan berwarna biru keunguan. Gunting kertas tersebut menjadi potongan strip kecil (sekitar $1 \times 5$ cm). Stik indikator Anda sudah jadi dan siap digunakan!
Cara Penggunaan & Tabel Warna
Untuk menggunakannya, Anda cukup mencelupkan stik tersebut ke dalam larutan yang ingin diuji, atau meneteskan larutan ke atas stik.
Berikut adalah panduan perubahan warnanya sebagai referensi:
| Sifat Larutan | pH (Perkiraan) | Perubahan Warna Stik | Contoh Larutan |
| Asam Kuat | 1 - 2 | Merah Tua / Merah Muda | Air Aki, HCl |
| Asam Lemah | 3 - 5 | Pink / Keunguan | Cuka, Air Jeruk |
| Netral | 7 | Biru / Ungu Muda | Air Murni |
| Basa Lemah | 8 - 10 | Biru Kehijauan | Sabun, Baking Soda |
| Basa Kuat | 11 - 14 | Hijau Kekuningan / Kuning | Pemutih Pakaian |
Tips Tambahan:
Penyimpanan: Simpan stik indikator di dalam wadah kedap udara dan tempat yang gelap (tidak terkena cahaya) agar pigmen alaminya awet dan tahan lama.
Keakuratan: Karena ini indikator alami, hasilnya mungkin tidak seakurat pH meter digital, tapi sangat efektif untuk membedakan sifat asam dan basa secara visual.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar