Senin

14.D LPKD Petunjuk Praktikum Indikator Alam

 PERCOBAAN

MEMBUAT INDIKATOR ALAM

 

Indikator Asam Basa Alami

Senyawa alam banyak yang digunakan sebagai indikator asam basa alami. Beberapa tumbuhan yang bisa dijadikan sebagai bahan pembuatan indikator asam basa alami antara lain adalah kubis ungu, sirih , kunyit, dan bunga yang mempunyai warna (anggrek, mawar, kamboja jepang, bunga sepatu, asoka, bunga kertas).

 

Petunjuk untuk setiap kelompok.

Setiap kelompok membawa 4 jenis bunga dan masing masing jenis bunga sebanyak 5 hingga 8  tangkai.


A. Tujuan Percobaan Membuat larutan indikator asam basa dari bahan alam.

B.  Alat dan Bahan

Alat :

1. Cawan porselin dan penumbuk     1 buah

2. Pipet tetes   3 buah

3. Tabung reaksi    6 buah

4. Gelas ukur 10 ml  2  buah

5. Corong kaca

6. Gelas kimia 100 ml  1 buah

Bahan

1. Akuadest

2. Alkohol 

3. Larutan HCl  0,1 M

4. Larutan CH3COOH  0,1 M (bisa diganti dengan cuka dapur yang diencerkan)

5. Larutan NH3    0,1 M (bisa diganti dengan air sabun)

6. Larutan NaOH 0,1 M

7. Kertas saring  (5 lembar)

 

C.  Cara Kerja

Membuat larutan indikator asam basa dari bahan alam

Menyediakan 4 jenis bunga atau kulit buah yang berwarna 

Membuat indikator alami dari bunga ke 1

1. Menumbuk bagian bunga (mahkota bunga) yang berwarna sekitar 5 – 8 helai mahkota bunga di cawan porselin.


2. Tambahkan kira kira 30 ml akuades dan 1 mL alkohol ke dalam cawan porselin tersebut dan digerus kembali dan didapat larutan (cairan hasil tumbukan).


   3. Saring larutan (cairan) dari cawan porselin ke dalam gelas kimia menggunakan kertas saring atau penyaring.


   4. Bagikan hasil saringan larutan indikator dari gelas kimia ke dalam 5 tabung reaksi dengan menggunakan corong  dengan ketinggian larutan dalam kelima tabung reaksi hampir sama (kira-kira 1,5 ruas jari)

    Catat warna latutan indikator dari bunga 1 tersebut


5. Menguji larutan indikator dari bunga 1 dengan cara 

a.  Tabung 1 ditambah dengan 2 kali pemipetan dari larutan HCl

b.  Tabung 2 ditambah dengan 2 kali pemipetan dari larutan CH3COOH  (bisa diganti dengan cuka dapur yang diencerkan)

c.  Tabung 3 ditambah dengan 2 kali pemipetan dari aquadest

d.  Tabung 4 ditambah dengan 2 kali pemipetan dari larutan NH3    (bisa diganti dengan air sabun)

e.  Tabung 5 ditambah dengan 2 kali pemipetan dari larutan NaOH


6.    Lakukan langkah 1 sampai dengan 4 untuk bunga yang ke 2 dan seterusnya



FORMAT LAPORAN PRAKTIKUM

A. Tujuan Percobaan

B. Dasar Teori

C. Alat dan Bahan

D. Cara Kerja

E. Tabel Pengamatan (Data Pengamatan)

F. Gambar / Foto Hasil Percobaan

G. Pembahasan

H. Kesimpulan



Silahkan segera upload laporan Video praktikumnya terlebih dahulu, link G Form dapat diedit. terimakasih

Laporan Praktikum berupa video dengan narasi percobaan siswa sendiri



Laporan Praktikum diketik  dalam google dokumen secara berkolaborasi dengan anggota kelompok, 

foto foto dalam praktikum diuploadkan juga didalam G Doc.

link untuk laporan G Doc dan ling Video praktikum dituliskan dalam link G Form dibawah ini 


link G Form untuk pengumpulan Laporan Praktikum :  

https://forms.gle/pZoP5kGBoRjR9vW76



link G Doc dan link video jangan lupa dibuka aksesnya untuk dapat dilihat,  

Terimakasih


Link LKPD Petunjuk Praktikum Indikator Alam

https://docs.google.com/document/d/1bDxtHNNuUCn5D92f5n35OCwT5czVCj66/edit?usp=sharing&ouid=115435932956344052855&rtpof=true&sd=true







23. LKPD Virtual Lab Ksp

 

Link : https://chemcollective.org/vlab/88

Kelas : XI F . . . .

Kelompok:

Nama Anggota Kelompok & No presensi :

1.

2.

Silahkan LKPD di download, kerjakan secara berkelompok

File jawaban silahkan dikirim ke link G Form : (menyusul)


1.    Melalui virtual lab, sebanyak 1 gram AgCl dilarutkan dalam 100 ml air diperoleh data:

  1. Hitung kelarutan maksimal AgCl dalam air murni dalam satuan mol/liter
  2. Hitung massa AgCl maksimal yang dapat larut dalam 200 ml air. (massa molar AgCl = 143,37  gram/mol)
  3. Tuliskan persamaan Ksp dari AgCl
  4. Tuliskan rumus Ksp dari AgCl
  5. Hitung nilai Ksp dari larutan jenuh AgCl.

 

 

Jawab:

2.    Melalui virtual lab, sebanyak 1 gram PbCO3 dilarutkan dalam 100 ml air diperoleh data:

  1. Hitung kelarutan maksimal PbCO3 dalam air murni dalam satuan mol/liter
  2. Hitung massa PbCO3 maksimal yang dapat larut dalam 200 ml air. (massa molar PbCO3 = 267 gram/mol)
  3. Hitung nilai Ksp dari larutan jenuh PbCO3.

 

 

Jawab :

3.    Melalui virtual lab, sebanyak 1 gram PbCl2 dilarutkan dalam 100 ml air diperoleh data:

  1. Hitung kelarutan maksimal PbCl2 dalam air murni dalam satuan mol/liter
  2. Hitung massa PbCl2 maksimal yang dapat larut dalam 200 ml air. (massa molar PbCl2 =  278 gram/mol)
  3. Hitung nilai Ksp dari larutan jenuh PbCl2.

 

 

 

 

 

 

 

Jawab :

4.    Melalui virtual lab, sebanyak 1 gram Ag2CO3 dilarutkan dalam 100 ml air diperoleh data:


  1. Hitung kelarutan maksimal Ag2CO3 dalam air murni dalam satuan mol/liter
  2. Hitung massa Ag2CO3 maksimal yang dapat larut dalam 200 ml air. (massa molar Ag2CO3 = 275,74 gram/mol)
  3. Hitung nilai Ksp dari larutan jenuh Ag2CO3.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jawab :

5.    Melalui virtual lab, sebanyak 1 gram Al(OH)3 dilarutkan dalam 100 ml air diperoleh data:


 

  1. Hitung kelarutan maksimal Al(OH)3 dalam air murni dalam satuan mol/liter
  2. Hitung massa Al(OH)3 maksimal yang dapat larut dalam 200 ml air. (massa molar Al(OH)3 = 78 gram/mol)
  3. Hitung nilai Ksp dari larutan jenuh Al(OH)3.
  4. Larutan Al(OH)3 jika terionisasi akan melepaskan ion OH- yang berarti larutan Al(OH)3 bersifat basa sesuai teori Arrhenius, tetapi mengapa pH larutan jenuh Al(OH)3 = 7,  Jelaskan!

 

 

 

 

 

 

Jawab :

 

6.    Melalui virtual lab, sebanyak 1 gram Ca3(PO4)2 dilarutkan dalam 100 ml air diperoleh data:

  1. Hitung kelarutan maksimal Ca3(PO4)2 dalam air murni dalam satuan mol/liter
  2. Hitung massa Ca3(PO4)2 maksimal yang dapat larut dalam 200 ml air. (massa molar Ca3(PO4)2 = 310 gram/mol)
  3. Hitung nilai Ksp dari larutan jenuh Ca3(PO4)2.

 

 

 

 

 

Jawab :

7.    Melalui virtual lab, sebanyak 1 gram Sr(IO3)2 dilarutkan dalam 100 ml air diperoleh data:


  1. Hitung kelarutan maksimal Sr(IO3)2 dalam air murni dalam satuan mol/liter
  2. Hitung massa Sr(IO3)2 maksimal yang dapat larut dalam 200 ml air. (massa molar Sr(IO3)2 = 437,62 gram/mol)
  3. Hitung nilai Ksp dari larutan jenuh Sr(IO3)2.

 

 

 

 

 

 

 

 


22. SUMBER BACAAN & MATERI Ksp

SUMBER BACAAN










KELARUTAN  (s)  DAN  TETAPAN (KESETIMBANGAN)  HASIL KALI KELARUTAN (Ksp)

 s = solubility = kelarutan = banyaknya zat yang dapat larut secara maksimal

 Ksp  (konstanta solubility product) : Tetapan kesetimbangan hasil kali kelarutan

 Larutan berdasar banyaknya zat terlarut, dibedakan:

1. Larutan belum jenuh : jika ditambah zat terlarut maka zat tersebut masih dapat larut.

2. Larutan tepat jenuh : kelarutan dari zat terlarut sudah mencapai maksimal, jika larutan tersebut ditambah zat terlarut maka zat terlarut tersebut tidak akan larut atau terjadi endapan.

3. Larutan lewat jenuh, dalam larutan tersebut sudah mengandung endapan dari zat terlarut.

 

Zat elektrolit dibedakan:

1.  Mudah larut à kelarutan besar (tidak memerlukan Ksp dalam menghitung massa zat yang larut)

2.   Sukar larut à kelarutan kecil (perlu Ksp dalam perhitungan)

 Saat jenuh : zat yang larut mencapai maksimal.

 Untuk membuat Larutan jenuh dalam 100 mL air:

ü Larutan jenuh NaCl membutuhkan 40,1 gram

ü  Larutan jenuh PbCl2 membutuhkan 3,34 . 10-4 gram = 0,000334 gram

ü  Larutan NaOH  membutuhkan +/- 100 gram

ü Larutan Ba(OH)2 memerlukan 0,0685 gram

ü  Larutan Mg(OH)2 membutuhkan 3,25 . 10-11 gram


Mudah larut à kelarutan besar,  untuk membentuk larutan jenuh membutuhkan zat terlarut yang sangat banyak,  sehingga larutan jenuhnya menjadi pekat (konsentrasi > 1 M).

 Sukar larut à kelarutan sangat kecil,  untuk membentuk larutan jenuh membutuhkan zat terlarut yang sangat sedikit,  sehingga larutan jenuhnya tetap encer (konsentrasi < 1 M).

Larutan encer dapat membentuk kesetimbangan memiliki nilai Ksp


Analogi larutan jenuh ibarat ruangan yang sudah jenuh dan membentuk kesetimbangan uap air dengan zat cair .

Dalam panci tertutup yang berisi air kemudian dididihkan sehingga ada air yang menjadi uap tetapi ada juga uap yang menjadi cair, terjadi kesetimbangan antara uap air dengan zat cair.

Dalam larutan jenuh dari zat yang sukar larut maka saat terbentuk larutan jenuh terjadi kesetimbangan antara padatan dengan larutannya.


Perbedaan Larutan AgCl belum jenuh dan tepat jenuh 

1.  Larutan AgCl yang belum jenuh maka persamaan reaksi ionisasi :

AgCl(aq) à Ag+(aq) + Cl-(aq)


2.  Larutan AgCl yang saat jenuh maka persamaan reaksi membentuk kesetimbangan:

AgCl(s)  Ag+(aq) + Cl-(aq)

   K = [Ag+][Cl-]

Tetapan K dinamakan sebagai Ksp



 Zat sukar larut saat jenuh akan membentuk kesetimbangan antara zat padatannya dengan larutannya (ion-ionnya)              

Contoh  AgCl(s)     Ag+(aq) + Cl-(aq)

    Ksp = [Ag+][Cl-]

Misal kelarutan AgCl = s mol/l


AgCl(s)    Ag+(aq) + Cl-(aq)
               s                s               s

sehingga persamaan Ksp untuk AgCl = [Ag+][Cl-] = [s][s] = s2

 

Soal & Contoh Pembahasan:

1. Jika kelarutan maksimal zat-zat berikut adalah s mol/liter, maka tentukan persamaan Ksp nya:

a)        Ag2CrO4           f).  CaCO3       

b)        Ag3PO4             g).  Hg2Br2

c)        Ag2CO3             h).  Mg(OH)2

d)        Fe(OH)3            i).  CaC2O4

e)        CaC2O4             j).  AmBn


ion merkuri (I) Hg22+   (sebagai diatom)

ion merkuri (II)  Hg2+  ( sebagai monoatom)








Uji Kemampuan 1
Kerjakan dilembar kertas dan dikumpulkan
Soal Nomor 1

Soal Nomor 2


UJI KEMAMPUAN 2


Diketahui Ar Ca = 40 , P = 31 dan O = 16

Jika 0,1 gram Ca3(PO4)2 dilarutkan dalam 200 ml air 

didapat konsentrasi ion Ca2+ = 3,4167.10-7

dan konsentrasi ion  PO43- = 2,2778.10-7 M
Hitung :
a)    Kelarutan Ca3(PO4)2  dalam larutan tersebut
b)   Massa Ca3(PO4)2  yang larut
c)    Massa Ca3(PO4)2  yang mengendap 





   ============================= IIII ===============================


CONTOH SOAL & PEMBAHASAN

Diketahui  Ar Ag = 108 dan Ar Cl = 35,5

Jika 0,1 gram AgCl dilarutkan dalam 200 ml air diperoleh data :

konsentrasi Ag+ dalam larutan = 0,0000133 M

konsentrasi Cl- dalam larutan = 0,0000133 M

hitung :
a)      Massa ion Ag+ dalam larutan
b)      Massa AgCl yang larut
c)      
Massa AgCl yang mengendap


   









Pengaruh ion sejenis (ion senama)

Suatu zat elektrolit umumnya lebih mudah larut dalam pelarut air murni daripada dalam air yang mengandung salah satu ion dari elektrolit tersebut. Jika AgCl dilarutkan dalam larutan NaCl, ternyata kelarutan AgCl dalam larutan tersebut akan lebih kecil jika dibandingkan dengan kelarutan AgCl dalam air murni.

Hal ini disebabkan di dalam larutan sudah terdapat ion Cl (dari NaCl)

Reaksi kesetimbangan kelarutan AgCl :

 AgCl (s)     Ag+(aq) + Cl(aq)

Sesuai dengan Asas Le Chatelier, penambahan  Cl dari NaCl akan menggeser kesetimbangan ke kiri, sehingga AgCl yang larut makin sedikit. Dengan demikian, adanya ion sejenis akan memperkecil kelarutan suatu elektrolit.

 Contoh soal:

Jika diketahui Ksp AgCl pada suhu 25oC adalah 2.10–10, bandingkanlah kelarutan AgCl dalam:

a. air murni (pada suhu yang sama)

b. larutan NaCl 0,1 M (pada suhu yang sama)

 

Jawab:

a. Misal, kelarutan AgCl dalam air = s mol.L–1
     AgCl (s)    Ag+(aq) + Cl(aq)
    s mol.L–1     s mol.L–1    s mol.L–1
       Ksp AgCl = [Ag+] [Cl]
         2. 10–10 = (s).(s)
          s = 1,41 . 10–5 mol.L–1

 

b.   Misal, kelarutan AgCl dalam larutan NaCl 0,1 M adalah s mol.L–1

       NaCl (s)     Ã    Na+(aq)    +    Cl (aq)
       0,1 mol.L–1     0,1 mol.L–1    
  0,1 mol.L–1

 

       AgCl (s)         Ag+ (aq)   +   Cl (aq)
        s mol.L–1        s mol.L–1       s + 0,1
 mol.L–1

 

Jadi, di dalam sistem terdapat:
[Ag+] = s mol.L–1
[Cl] = (s + 0,1) mol.L–1
Karena [Cl] yang berasal dari AgCl sangat sedikit dibandingkan dengan [Cl]yang berasal dari larutan NaCl, maka [Cl] yang berasal dari AgCl dapat diabaikan,

 sehingga:

Ksp AgCl = [Ag+] [Cl]
           2 . 10–10    =    (s)   (0,1)
               s   =    
2 . 10–9 mol.L–1

 Kelarutan AgCl dalam air murni, 1,41.10-5 M  jauh lebih besar daripada kelarutan AgCl dalam larutan NaCl yang besarnya hanya 2. 10–9  M.

Dengan demikian, telah terbukti bahwa adanya ion senama akan memperkecil kelarutan suatu elektrolit.

 

Memperkirakan pengendapan

Harga Ksp suatu elektrolit dapat digunakan untuk memperkirakan apakah elektrolit tersebut dapat larut atau mengendap dalam suatu larutan. Semakin besar harga Ksp suatu senyawa, maka semakin mudah larut senyawa tersebut.

Dengan membandingkan harga Ksp dengan harga hasil kali konsentrasi ion-ion (Qc) yang ada dalam larutan yang dipangkatkan dengan koefisien reaksi masing-masing, maka ada tiga kemungkinan yang akan terjadi jika dua buah larutan elektrolit

dicampurkan, yaitu:

• Jika Qc < Ksp, larutan belum jenuh (tidak ada endapan)

• Jika Qc = Ksp, larutan tepat jenuh (belum ada endapan)

• Jika Qc > Ksp, larutan lewat jenuh (ada endapan)

 

Contoh soal:

500 mL larutan Pb(NO3)2 10–3 M dicampurkan dengan 1 liter larutan NaI 10–2 M. Jika

diketahui Ksp PbI2 = 6 . 10–9, tentukan apakah terbentuk endapan atau belum?

 Jawab:

Mol ion Pb2+ = V . M  = 0,5 liter × 10–3 M = 5 . 10–4 mol

Mol ion I = V . M  = 1,0 liter × 10–2 M = 1.10–2 mol

 

Konsentrasi setelah pencampuran:

[Pb2+] = 5.10–4 mol / 1,5 L  = 3,33.10–4 M

[I] = 1.10–2 mol / 1,5 L = 6,67.10–3 M

 

Qc = [Pb2+][I]2 =  (3,33.10–4) (6,67.10–3)2 = 148,148. 1010 = 1,48 .10-8

Harga Qc > Ksp maka terjadi pengendapan PbI2




Soal Uji Kompetensi :
1.  Apabila kelarutan Ag3PO4 adalah x mol/l, maka hasil kali kelarutan dari larutan jenuh Ag3PO4  adalah . . . .
A. x4                     D.        27x4
B.  9x3                   E.         32x4
C.  3x3

2. Suatu zat AmBn (s) memiliki hasilkali kelarutan Ksp, maka akan memiliki kelarutan sebesar . . . . .  M
 

3.  Bila diketahui Ksp Ag2CrO4 = 4 x 10-12 konsentrasi ion Ag+ dalam larutan jenuh Ag2CrO4 pada suhu yang sama adalah ….

A.  2,0 x 10-4 M                 D. 1 x 10-6 M

B.  2 x 10-6 M                    E. 4 x 10-4M

C.  2,4 x 10-4 M

 4. Kelarutan maksimal CaF2 dalam air adalah 3,9 mg dalam 100 cm3, maka Ksp CaF2 adalah .…           (Ar Ca = 40, F = 19)

A.  2,5.10-6                       D. 5.10-3

B.   25.10-6                        E. 5.10-2

C.   5.10-10

5.  Kelarutan maksimal Mg(OH)2 dalam 500 cm3 air murni adalah . . . .  mg 

(Ksp Mg(OH)2 = 4. 10-12 , Mr Mg(OH)2 =58)

A.  0,058                           D. 5,8

B.   0,58                             E. 29

C.   2,9

 

6.  Kelarutan besi (II) hidroksida (Mr = 90) yang mempunyai Ksp = 3,2 x 10-14, dinyatakan dalam gram per liter adalah:

A.  1,26 x 10-7                  D. 1,8 x 10-4

B.   1,13 x 10-5                  E. 1,8 x10-3

C.   1,8 x 10-5

7.  Kelarutan maksimal PbSO4 dalam air adalah 1,4.10-4 M pada suhu sekitar 30oC. Bila dilarutkan dalam kalium sulfat 0,05 M kelarutan PbSO4 adalah …

A.  1,00.10-8 M                  D. 1,4.10-4 M

B.   1,20.10-5 M                  E. 0,2.10-6 M

C.   0,39.10-6 M

 

8.  Bila diketahui Ksp AgCl, AgBr, AgI, Ag2CO3, dan Ag2CrO4 masing-masing adalah 10-10, 10-12, 10-16,  4.10-14, dan 4.10-12, maka kelarutan terbesar dalam satuan molar adalah:

A.  AgCl                            D. Ag2CO3

B.  AgBr                            E. Ag2CrO4

C.  AgI

 

9.  Bila diketahui Ksp AgCl = 10-10 maka kelarutan AgCl paling besar dalam .…

A.  0,2 M AgNO3               D. 0,1 M CaCl2

B.  0,3 M AgNO3               E. 0,1 M NH4Cl

C.   0,2 M NaCl

10.  Pada suhu tertentu 0,350 g BaF2 (Mr=175) melarut dalam air murni membentuk 1 L larutan jenuh. Hasil kali kelarutan BaF2 pada suhu ini adalah ....

A.  0,17 x 10-2

B.   0,35 x 10-6

C.   0,32 x 10-8

D.  0,32 x 10-9

E.   0,32 x 10-7

 



SOAL  LAIN

1.  Dengan menggunakan virtual lab, tentukan spesi yang ada dalam larutan jika 1 gram senyawa senyawa berikut dilarutkan 100 ml air.

a. AgCl e.  Ag2CO3

b. PbCO3 f.  Ag2SO4

c. PbCl2 g. Ca3(PO4)2

d. Al(OH)3


2. Dengan menggunakan virtual lab, Hitung nilai Ksp dari senyawa senyawa dalam soal nomor 1